Wisata Alam di Likupang, Bersantai di Pantai Hingga Susur Sungai Mangrove

Nama Likupang kini makin sering terdengar setelah ditetapkan sebagai destinasi wisata prioritas. Kawasan wisata di Kabupaten Minahasa Utara Sulawesi Utara itu memiliki beragam destinasi wisata alam yang bisa mempesona siapapun.

Mulai dari wisata bahari hingga pegunungan, Likupang menawarkan pengalaman bersantai di alam untuk melepas penat dan healing. Berikut beberapa destinasi wisata di Likupang yang bisa masuk ke dalam bucket list wisatawan menurut tiket.com:

Bukit Larata, Pantai Kinunang dan Gunung Dua Basudara

Bukit Larata terletak di ujung Desa Kinunang atau sebelum pintu masuk menuju Pantai Kinunang. Bukit ini menyimpan keindahan pemandangan bukit savana dengan padang rumput.

Di puncak Bukit Larata, wisatawan dapat memandang hamparan laut dengan Gunung Dua Basudara yang menjulang di kejauhan. Di kawasan yang sama, ada Pantai Kinunang dan Pantai Pal yang menawarkan panorama air laut berwarna gradasi biru tosca.

Pulau Lihaga

Pulau ini ditumbuhi berbagai macam vegetasi, mulai dari semak hingga pepohonan tropis. Pada bagian belakang pulau, wisatawan dapat menikmati pantai alami dengan suasana kebun botani.

Beragam fasilitas wisata sudah tersedia di sini, mulai dari pondokan penginapan, musala, hall pertemuan outdoor untuk penyelenggaraan acara, fasilitas penyewaan perahu kano hingga pelampung.

Pantai Pulisan

Salah satu keunikan dari pantai ini adalah keberadaan toko cinderamata dan pusat suvenir. Di sana juga ada gazebo yang bisa menjadi tempat bersantai menikmati pantai.

Wisatawan juga dapat mengunjungi Pantai Panjang yang memiliki karakteristik serta nuansa berbeda dengan Pantai Pulisan dengan waktu tempuh sekitar 3-5 menit.

Sungai Mangrove di Desa Sarawet

Di kawasan ini terdapat 15 jenis mangrove yang tumbuh. Di sini wisatawan dapat melakukan wisata susur sungai dengan menaiki perahu tradisional yang digerakkan dengan dayung dengan harga sewa hanya Rp 50 ribu per orang dengan durasi sesuka hati.

Saat wisata susur di Likupang ini, wisatawan akan menemukan sebuah pohon mangrove ikonik di pinggir sungai yang digantungi dengan pita-pita merah mencolok. Mangrove ini disebut dengan Pohon Berdoa. Menurut kepercayaan setempat, orang yang mengucapkan doa di pohon ini konon akan dikabulkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.