Mudah Marah Bisa Picu Hipertensi? Belajar Kasus Wanita Cekcok Ibu Arteria Dahlan

Cekcok dari rasa marah yang berujung saling lapor oleh Anggiat Pasaribu dan anggota DPR Arteria Dahlan di Bandara Soekarno-Hatta mulai mereda.

Anggiat telah mencabut laporannya dan meminta maaf atas kegaduhan yang dilakukannya kepada ibunda Arteria Dahlan dan keluarganya.

Cekcok yang biasanya disebabkan dari bentuk emosi berupa amarah ini kerap dikaitkan oleh beberapa hal lain seperti darah tinggi dan sumbu pendek.

Terdapat ungkapan sumbu pendek untuk menyebut orang yang mudah marah. Dalam Fpscs.uii.ac.id disebutkan bahwa sumbu pendek saat merasa tersakiti caranya menunjukkan emosinya dengan cara negatif seperti marah, benci, sakit hati.

Disebutkan pula bahwa orang sumbu pendek juga bertipe neurotis dalam Fpcs.uii.ac.id merupakan orang yang tidak stabil secara emosi. Selain itu mereka mudah terpengaruh oleh suasana hati akibat stimulasi tak menyenangkan dari lingkungan.

Selanjutnya: Dalam artikel tersebut juga disebutkan bahwa orang dengan tipe ini tidak mudah memaafkan…

123 Selanjutnya

Dalam artikel tersebut juga disebutkan bahwa orang dengan tipe ini tidak mudah memaafkan orang lain. Sebaliknya, orang yang secara emosional stabil cenderung tidak terpengaruh suasana hati atau terlalu sensitif sehingga mereka mudah untuk memaafkan.

Orang yang mudah marah seringkali disebut dapat menjadi sebab dari hipertensi. Darah tinggi atau hipertensi merupakan keadaan tekanan darah di pembuluh darah meningkat secara kronis. Hal tersebut terjadi karena jantung bekerja lebih keras memompa darah untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi tubuh.

Dalam Journal of Hypertension disebutkan bahwa pemilik penyakit darah tinggi yang harus mengonsumsi obat secara rutin dapat mempengaruhi suasana hatinya. Obat-obatan darah tinggi dapat mengganggu kinerja pengelolaan stres dan emosi di otak. Sehingga hal ini dapat mempengaruhi suasana hati seseorang.

Mengutip dari Bisnis.com, guru besar di Departemen Penyakit Dalam FKUI Suhardjono mengatakan hipertensi jarang menyebabkan gejala-gejala tertentu dan hampir tidak terdeteksi hingga tekanan darah diukur oleh dokter.

Menurut Nurul Afifah m dalam bukunya berjudul Don’t be Angry, Mom: Mendidik Anak tanpa Marah (2019) menyebut bahwa kebiasaan marah dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Menurut Nurul saat marah jantut harus bekerja lebih keras.

Pasalnya saat marah pembuluh darah menjadi kaku dan kehilangan kelenturan karena jantung memompa darah lebih kuat dan darah mengalir lebih cepat. Saat peredaran darah lebih cepat, dan pembuluh darah menjadi kaku sehingga tekanan darah meningkat.

TATA FERLIANA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.