Borobudur, Prambanan, Yogyakarta Jadi Sumbu Pengungkit Wisata 35 Kabupaten

Badan Otorita Borobudur (BOB) mulai menggarap peta jalan wisata seluruh Jawa Tengah – Daerah Istimewa Yogyakarta dengan pengungkit tiga ikon yang menjadi sumbu. Tiga ikon tersebut adalah Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Yogyakarta.

Direktur Utama Badan Otorita Borobudur, Indah Juanita mengatakan sedang menyiapkan Integrated Tourism Market Plan atau ITPM untuk menghubungkan destinasi wisata populer di 35 kabupaten/kota di DI Yogyakarta dan Jawa Tengah. “Integrated Tourism Market Plan ini untuk memaksimalkan kunjungan wisata ke Ygyakarta dan Jawa Tengah setelah Yogyakarta International Airport atau Bandara YIA beroperasi,” kata Indah Juanita di Yogyakarta, Sabtu, 11 Desember 2021.

Dengan kapasitas bandara yang mampu menampung hingga 20 juta penumpang, maka wisatawan yang hendak ke Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Yogyakarta, dapat singgah di sana. Indah melanjutkan, Badan Otorita Borobudur telah menyampaikan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat agar melakukan pengembangan infrastruktur seupaya konsentrasi wisatawan tak hanya ke tiga ikon wisata tersebut.

Indah Juanita mencontohkan Bali. Di Pulau Dewata itu, wisatawan yang sebagian besar terkonsentrasi di kawasan Ubud dapat menyebar ke berbagai destinasi wisata karena pengembangan pariwisata di sana sudah tertata.

Sementara di kawasan Yogyakarta dan Jawa Tengah, Badan Otorita Borobudur mulai menata berbagai destinasi wisata unggulan di 35 kabupaten pada 2022. Contoh, pada tahap awal, dari Candi Borobobudur, Candi Prambanan, dan Yogyakarta, wisatawan dapat berkunjung ke Dieng yang terletak di Kabupaten Banjarnegara – Kabupaten Wonosobo, lalu Pulau Karimunjawa, Gunung Merapi – Merbabu, situs purbakala Sangiran di perbatasan Sragen – Karanganyar, juga Geopark Gunung Sewu.

“Jadi, wisatawan tak hanya berkeliling selama satu atau dua jam saja di kawasan Candi Borobudur dan Candi Prambanan, lalu ke Yogyakarta, kemudian terbang ke Bali untuk datang ke destinasi wisata lain,” kata Indah Juanita. “Wisatawan bisa berlama-lama di Jawa Tengah dan Yogyakarta karena banyak destinasi wisata menarik di sini.”

Indah menambahkan, peta jalan wisata ini tak meninggalkan pengembangan di sumbu utamanya, yakni Borobudur, Prambanan, dan Yogyakarta. Saat ini ada tiga investor yang telah meneken letter of intent untuk pengembangan resor di sekitar kawasan Borobudur Highland. Total investasinya senilai Rp 750 miliar.

“Seluruh investornya dari Indonesia,” Indah Juanita. Ketiga investor itu akan membangun sejumlah resor dalam dua area di kawasan Purworejo seluas 300 hektare pada 2023. Resor ini terletak di dalam hutan, sehingga wisatawan dapat menikmati alam yang asri. Indah menjamin pembangunan akomodasi pariwisata itu tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.