ASN Yogyakarta Dilarang ke Luar Kota Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta melarang jajaran aparatur sipil negara di lingkungannya berpergian ke luar kota saat libur Natal dan tahun baru 2022.

Sekretaris DI Yogyakarta, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, sedang menyiapkan regulasi untuk mengatur mobilitas aparatur sipil negara sebagai pendukung Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 3 yang berlaku selama libur Natal dan tahun baru nanti. Sebab dari analisis pemerintah, faktor mobilitas menjadi ancaman terbesar yang bisa memicu kasus Covid-19 melonjak tajam pasca-libur.

“Karena itu, kami juga minta tidak ada acara mudik selama libur Natal dan tahun baru,” kata Aji pada Rabu, 24 November 2021. “Mudik ini akan menjadi persoalan.”

Aji menjelaskan, salah satu penyumbang terbesar lonjakan kasus Covid-19 di Yogyakarta adalah klaster atau penularan di tingkat keluarga atau rumah tangga. Orang-orang yang mudik dikhawatirkan membangkitkan kembali klaster yang sudah dua bulan terakhir tak tampak lagi itu. “Misalkan yang mudik cuma satu orang, tetapi yang terkena bisa satu keluarga. Ini yang susah,” kata dia.

Pemerintah DI Yogyakarta, Aji melanjutkan, akan mematuhi instruksi menteri dalam negeri dengan tidak menutup destinasi wisata, melainkan tetap menjaga jumlah pengunjung yang datang agar tak melebihi 50 persen dari kapasitas. Untuk itu, pemerintah akan menerjunkan petugas guna mengawasi penerapan protokol kesehatan di destinasi wisata dan pusat perbelanjaan selama libur Natal dan tahun baru nanti.

Selama PPKM Level 2 berlaku di Yogyakarta, menurut Aji, tidak ada klaster wisata. Namun demikian, temuan kasus Covid-19 di sekolah terus terjadi. Di Kabupaten Kulon Progo misalkan, hasil tes acak terhadap 2.221 siswa sepanjang 10-17 November 2021 menemukan 94 siswa dari 54 sekolah berbagai jenjang yang terinfeksi virus corona.

Begitu juga di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Tes acak selama 16-22 November 2021 menemukan sebanyak 46 siswa dan guru positif Covid-19. Sedangkan Kabupaten Sleman, Kabupaten Gunungkidul, dan Kota Yogyakarta, saat ini masih menggencarkan tes acak di sekolah.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, untuk memastikan Covid-19 tidak meluas, setiap akhir pekan November ini masih rutin mengadakan tes acak bagi wisatawan. “Kami tetap perlu menyakinkan kondisi kesehatan wisatawan yang masuk Yogyakarta dalam kedaaan sehat dan ketika pulang juga tetap sehat,” kata Heroe yang juga Wakil Wali Kota Yogyakarta.

#pakaimasker #jagajarak #cucitanganpakaisabun #hindarikerumunan #vaksinasicovid-19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.